SELAMAT DATANG DI "BULETIN ERGUNA



Senin, 01 September 2008

APA YANG KITA PERJUANGKAN
Oleh : Daulat Ginting


Sebagian orang Kristen cenderung melewati hidup ini dengan berfikir: ”Yang paling penting adalah memperoleh keselamatan. Tetapi bukankah keselamatan itu sudah disediakan oleh Kristus?. Jadi tidak perlu repot. Kita sudah selamat.
Tidaklah sesederhana itu!.
Tidak berarti segala sesuatu menjadi baik, indah dan menyenangkan.
Selama kita masih di bumi, kita berada di medan perang, bercampur baur dengan kekerasan, penderitaan, kegagalan, dan pencobaan. Senjata-senjata iblis masih berbahaya dan nyata.
Benar, bahwa kemenangan Kristus telah diperoleh di atas Bukit Kalvari, tapi pertempuran belum selesai. Pada suatu hari di masa depan, Kristus yang menang akan melemparkan iblis dengan kepala di bawah ke dalam lautan api yang kekal, dan akhirnya semua selesai. Hari itu akan datang. Tetapi belum disini.
Dunia ini hanya merupakan tanah bayang-bayang sebuah ruang depan, jalan masuk ke dunia yang sesungguhnya dan kehidupan sesungguhnya yang akan datang. Kita cenderung membayangkan hidup ini adalah hidup yang sesungguhnya dan setelah semuanya berakhir lantas kitapun menyelinap ke sorga.
Sebagai orang Kristen, kita harus memandang jauh dalam hidup ini. Ibarat naik ke gunung dan menatap ke kedalaman “keabadian”, kemudian kita melakukan pemilihan keputusan. Kita harus segera membuat keputusan yang antara lain menolak mencari kesenangan sendiri, tetapi menderita sengsara sebagai prajurit yang baik dari Allah yang hidup.
Kehidupan orang Kristen bukanlah pemenuhan kepuasan pribadi. Dengan cara yang sama, hidup kita bukanlah tentang kepuasan atau pemenuhan atau kebahagian kita.
Kita boleh belajar dari Nabi Musa. Musa mengubah garis dasar kehidupannya, apakah kita melihatnya? Ia menyerahkan kekayaan Mesir. Lihat kekayaan Firaun Mesir saat ini, ribuan tahun kemudian, orang-orang masih antri panjang untuk melihat kekayaan yang luar biasa itu dan masih menakjubkan dunia. Itu semua telah dikorbankan Musa untuk suatu hadiah di masa depan. Untuk hadiah abadi. Musa memfokuskan diri dan melihat, yang tak kelihatan.
Dan petunjuk Allah, inilah sungguhnya kehidupan orang Kristen, memalingkan pandangan kepada kekayaan yang sebenarnya dalam Kristus. Allah mempercayakan kekayaan besar kepada kita, sementara orang-orang lain menggantungkan hidup pada harta dengan jumlah yang juga tidak berarti.
Orang Kristen, pandanglah ke luar sana. Pandanglah ke arah kejauhan. Jangan hidup hanya untuk apa yang di depan kita, tapi carilah gambar yang lebih besar. Bayangkanlah “Keabadian” dan “Kekekalan”. Kita harus belajar, seperti yang disarankan oleh Paulus, untuk “tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tidak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal” [2 Kor 4: 18].
Ketika Anda dan saya memasuki kehadiran Allah yang hidup, banyak hal akan berubah. Salah satunya, perspektif-perspektif kita, dan juga sistem nilai kita. Oleh karena itu, jangan membuang hidup atau menghabiskan diri pada waktu yang menyenangkan disini, untuk beberapa dekade pendek saja. Tabunglah dalam sesuatu yang kekal!.
Fokus yang jelas dari pencarian kita akan kehendak Allah adalah Alkitab. Alkitab adalah alat untuk menguduskan kehidupan kita (instrument of sanctification) [Yoh 17: 17].
Apakah yang harus kita perjuangkan???
Mencari apa yang dirancang Tuhan [Yesaya 30:1] Rancangan manusia bersifat duniawi, tetapi rancangan Tuhan bersifat kekal, lebih kuat dan berkuasa. Hidup manusia hanya dapat berjalan sesuai dengan rancangan Tuhan.
Kita bukan mencari “the secret will of God” (kehendak Tuhan yang tersembunyi), tetapi “the revealed will of God” (kehendak Tuhan yang dinyatakan) di dalam Firman Tuhan. The secret will of God hanya diketahui sesudah kita mengalami atau melewatinya.
Apa yang menjadi kehendak Allah untuk dilakukan sudah dinyatakan di dalam Alkitab dan jika kita melakukannya dengan taat, maka kita tidak akan terjebak dalam jalan buntu. Jika kita tidak taat dalam hidup ini, kita masuk dalam dosa rahasia yang disengaja, maka pesan bagi kita adalah tentang sesuatu yang menakutkan.
Namun, Tuhan tidak akan melalaikan orang-orang yang sudah menderita demi nama-Nya. Orang-orang yang bertahan dalam nama Allah dan dengan kuasa-Nya, akan dihormati oleh tahta-Nya di luar kuasa kata-kata untuk menjelaskannya.
Kita akan mendapat penghiburan besar seperti sumur artesis berisi air yang dingin. Bagi kita itu merupakan hari pembayaran yang mengembirakan, perayaan yang penuh sukacita karena kita berada dalam penyembahan dan pujian bagi Sang Raja.
Kerinduan kita tidak akan menjadi lembab, seperti tertulis dalam Titus 2: 11-14, yaitu: “Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia ini dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan pernyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri yang rajin berbuat baik”.
Pikirkanlah tentang itu. Harapan sorgawi menunggu kita!. Harapan hadiah kekal bersinar di kejauhan seperti bintang yang dapat digapai. Dan setiap orang dari kita hanya selangkah jauhnya dari berdiri di hadirat Penebus dan Tujhan kita. Mari kita buat hari ini berarti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar