SELAMAT DATANG DI "BULETIN ERGUNA



Tampilkan postingan dengan label Oktober [2004]. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Oktober [2004]. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Oktober 2008

BULETIN ERGUNA BULAN OKTOBER 2004

SALAM KAMI

Salam dalam kasih YESUS
Syalom. Puji TUHAN telah kita lalui peristiwa penting dalam kehidupan kita sebagai warga negara dan gereja dengan aman dan sukacita. Pemilu legislatif telah usai, Majelis GBKP Rawamangun telah dilantik dan Presiden RI telah terpilih. Bulan Oktober sampai Desember akan kita isi dengan mempersiapkan diri menyambut Natal dan Tahun Baru 2005. Bagaimana hati kita? Apakah kita tetap memiliki komitmen untuk terus melayani TUHAN? Atau kita tetap memilih hanya menjadi jemaat biasa dan masih enggan berperan aktif? Masih banyak ladang pelayanan yang menanti partisipasi kita di lingkungan gereja termasuk memperkuat Team PI GBKP Rawamangun. Kami mengajak kita bergabung. TUHAN memberkati.

Redaksi

REFLEKSI

Darrel Scott menuturkan, putriku Rachel sedang duduk di taman bersama teman-temannya. Dia anak yang cantik, enerjik, optimis dan penuh pengharapan, berbakat, murid sebuah SMU di Columbia. Selagi duduk di taman menikmati makan siangnya dengan brutal ditembaki bersama beberapa temannya. Saya tahu rasa sakit karena “tidak mengetahui” apa yang sedang terjadi. Merupakan suatu hal yang “mengerikan” pada saat anda berdoa “TUHAN biarkan putriku hanya terluka dan sembunyikan dia di suatu tempat”. Itu terjadi lebih dari 24 jam sebelum kami menerima konfirmasi tentang apa yang saya takutkan: Rachel adalah salah satu korban yang meninggal. Hanya beberapa saat saja dia tidak ada lagi. Saya bersyukur pada akhirnya saya memilih untuk berpaling kepada Bapa Sorgawi yang memberi kekuatan dan kenyamanan dalam ketidakberdayaanku dan mampu untuk melihat jauh melampaui tragedi yang saya alami kepada suatu tujuan Ilahi yang muncul seiring berjalannya waktu. Darrel Scott menjadi orang yang tekun, tahan uji dan hidup penuh pengharapan kepada TUHAN. Ia dipakai TUHAN untuk menguatkan saudaranya yang mengalami penderitaan.
2Saudaraku, penderitaan bukan kesalahan, kadang TUHAN mengizinkan untuk membentuk kita supaya lebih berguna menjadi “alat di tanganNya”.(dari RENUNGAN LPMI)

PELAYANAN PERKUNJUNGAN GEREJAWI

Oleh: N. Y. Rumpaka

Beberapa Prinsip Dasar:
1. Perkunjungan Gerejawi [PG] harus dibedakan dengan kunjungan kepada teman/kenalan. PG bukan sekadar mampir;
2. Perkunjungan juga bukan suatu cara untuk menambah jumlah anggota. Beberapa gereja/ persekutuan banyak memanfaatkan cara ini untuk mengambil keuntungan pribadi;
3. PG merupakan wujud penghayatan persekutuan antar-jemaat seperti persekutuan antara Tuhan dengan umat manusia. Artinya dengan kuatnya nilai persekutuan maka PG dengan sendirinya akan berjalan.
PG Memliliki Beberapa Tujuan:
1. Perkunjungan Umum
a. Perkenalan: kunjungan ini biasanya dilakukan kepada simpatisan (pengunjung tetap kebaktian) yang mungkin berkeinginan menjadi anggota jemaat kita;
b. Penguatan: ditujukan kepada yang sakit, persiapan operasi, persiapan acara-acara besar (perkawinan, ujian, caleg, dan lain-lain);
c. Penghiburan: ditujukan kepada jemaat yang mengalami kedukaan.
2. Perkunjungan Khusus
a. Penggembalaan (Konseling Pastoral), ditujukan kepada anggota jemaat yang telah diketahui memiliki persoalan (permasalahan) karena tidak pernah datang dalam kebaktian, atau diketahui memiliki ajaran yang menyimpang, dan lain-lain.
Dasar Teologis PG:
Matius 9:13 “Jadi pergilah dan pelajarilah arti Firman ini: “Yang Kuhendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar melainkan orang berdosa”.
Matius 20:28 “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang”.
Karena kasih Tuhan yang besar kepada manusia ciptaanNya yang jatuh dalam dosa, maka Tuhan datang/hadir/berkunjung melawat di tengah-tengah manusia untuk menebus dosa kita. Yesus wujud Tuhan itupun dalam pelayananNya melakukan perkunjungan kepada banyak orang, kepada mereka yang sakit, kedukaan, bermasalah, dan lain-lain.
Pelaksanaan PG:
Pada prinsipnya kunjung-mengunjungi adalah kegiatan biasa umat manusia sebagai mahluk sosial. Artinya seluruh anggota jemaat diperbolehkan untuk saling mengunjungi. Namun, secara khusus penggembalaan hanya bisa dilakukan oleh pejabat gerejawi atau anggota jemaat yang telah direkomendasikan khusus oleh Majelis Jemaat.
Tips Umum Dalam Perkunjungan:
Prinsipnya secara umum, setiap perkunjungan memiliki karakteristik yang berbeda -beda. Artinya, mengunjungi jemaat yang sakit akan berbeda dengan mengunjungi jemaat yang dalam kedukaan. Dapat dikatakan PG adalah seni. “Untuk itu pengalaman adalah guru yang terbaik”. Semakin anda sering melaksanakan pelayanan perkunjungan maka anda akan semakin ahli.
Di bawah ini terdapat beberapa tips antara lain:
1. Hadir seutuhnya
Kedatangan/kunjungan kita merupakan pelayanan total seluruh hidup kita. Hindarilah pikiran yang bercabang atau anda sendiri sedang dalam masalah. Sehingga jika dalam satu hari dapat mengunjungi satu jemaat saja tidaklah masalah, bahkan lebih bagus sebab fokus dan jemaat tersebut puas.
2. Mendengarkan
Tips ini termasuk sulit, sebab kebanyakan orang kesulitan untuk diam dan mendengar pembicaraan orang lain. Sampai-sampai dalam Yakobus 1:19 dinasihatkan “Hai saudara-saudara yang Kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar tetapi lambat untuk berkata-kata…”.
3. Ada Doa, Tetapi Tidak Harus Membaca Dari Alkitab
Doa dapat dilakukan sebelum atau sesudah perkunjungan, namun doa ini harus dilakukan. Inilah yang membedakan PG dengan mampir kerumah teman. Namun, kita tidak harus melakukan pembacaan dari Alkitab. Maksudnya adalah tidak selalu kita perlu membawa-bawa Alkitab dan membacanya (kecuali peng- gembalaan). Hal tersebut dapat dimodifikasi, misalkan dalam percakapan kita mengingat satu bagian dari ayat-ayat tertentu.
4. Jangan Berpikir Untuk Menyelesaikan Suatu Masalah
Kadang-kadang dalam perkunjungan, jemaat tanpa sengaja menyampaikan suatu masalah kepada kita. Biasanya kita langsung sok-sok’an, menjadi seperti seorang konselor menyampai- kan banyak nasihat padahal nasihat tersebut malah menyesatkan.
Selain itu, ada bahaya lain yaitu seakan-akan kita harus mampu memecahkan/menyelesaikan masalah tersebut.
Sebaiknya jika sejak awal sudah merasa masalah tersebut sulit, dengan sopan kita katakan di lain hari akan datang kembali bersama dengan pendeta atau pejabat gereja lainnya.
5 Jangan Memanfaatkan Untuk Kepentingan Pribadi
Masalah ini sering terjadi pada perkunjungan perkenalan (khususnya ibu-ibu). Kunjungan tersebut berlanjut sebagai ajang jual-beli, ngerumpi, nyomblangin anak orang, promosi, dan lain-lain.
Galatia 6:2: “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus”.

(Disampaikan dalam salah satu PJJ Jemaat GBKP Rawamangun Pulomas)

SEBUAH PENGALAMAN ROHANI

Oleh: Pt. Bestari Sembiring

Perpulungen Mbalmbal Petarum adalah salah satu dari 3 perpulungen di bawah Runggun Perbulan, Klasis GBKP Lau Baleng. Sewaktu kami selaku Tim PI Klasis Jakarta – Palembang mengunjungi kesana, keadaannya sangatlah memprihatinkan. Persekutuan jemaat tidak menggembirakan walaupun struktur organisasi sudah ada dan baik bahkan gedung gereja relatif cukup baik, tetapi tiga tugas gereja belum berjalan sebagaimana diharapkan.
Situasi Perpulungen Mbalmbal Petarum antara lain:
1. Kebaktian Minggu tidak berjalan baik, hanya dihadiri beberapa orang jemaat. Perpulungen sering ditiadakan akibat yang hadir hanya pertua;
2. PJJ, PA, Moria, Mamre dan Permata tidak berjalan. Bahkan organisasi Permata belum ada;
3. KA/KR sudah beberapa bulan tidak dilak- sanakan, akibat gurunya pindah ke kota, dan tidak ada usaha Pertua Diaken untuk mengambil alih pelaksanaannya.
Selain ber-PI dan Pembinaan Jemaat, dilakukan pula pengobatan massal untuk semua Pos-pos PI se-Klasis. Pada pagi hari, kami berangkat ke desa-desa melakukan pengobatan massal hingga sore hari, bahkan kadang-kadang dilakukan hingga malam hari.
Pada malam hari, kami melakukan pembinaan jemaat karena selama ini tidak pernah dilakukan oleh Pertua-Diaken setempat. Kami mulai mengaktifkan PJJ setiap minggu. PJJ rata-rata dimulai pukul 21.00 hingga 23.30 malam. Di samping itu, Nora mengaktifkan PA Moria dengan membahas Firman Tuhan serta juga melatih Koor wajib Moria serta Pasu-pasu dankematian. Terlihat antusias perpulungen dan semangat yang luar biasa.
Sering setelah PJJ dan Perkunjungan, sesampai di rumah telah menunggu jemaat dan perpulungen lain untuk dilayani pengobatan yakni dari Paya Mbelang dan Perbulan. Mereka datang mencarter kendaraan sehingga kami tidak sampai hati untuk tidak melayaninya bahkan hingga sampai pagi hari.
Kadang-kadang dari Pos PI tempat pengobatan massal, kami tidak dapat segera pulang karena ada tim lain yang minta bantuan untuk berdoa bersama dalam pengobatan dan pelepasan saudara yang dikuasai kuasa gelap yang berlangsung hingga jauh malam. Pulang ke rumah di tengah malam yang gelap melalui hutan dan tempat sepi berdua dengan Nora, kadang-kadang menciutkan hati. Apalagi dari cerita setempat bahwa di daerah tersebut banyak mayat yang tak dikenal ditemukan sebagai korban GAM.
Memang pelayanan ini sangat menguras tenaga, tetapi Tuhan mempersiapkan segala keperluan dan melindungi kita yang berserah kepada-Nya, hingga iblispun tidak berkenaan mengganggu kami. Tidak sekalipun kami mendapat halangan maupun jatuh sakit selama melakukan tugas disana.
Selama kami disana, setiap Minggu kami memimpin kebaktian dan Nora memimpin KA/KR. Kebaktian KA/KR telah mendapat sambutan luar biasa mencapai 80 orang. Sangat terenyuh hati kami melihat perkembangan tersebut. Sebagai hasil perkunjungan dan kebaktian yang kami pimpin tiap minggu telah terjadi perubahan yang mencolok dari tingkat kehadiran jemaat hingga mencapai 60 orang. Sungguh Roh Kudus kami
rasakan berkerja bagi kami.
Puji Tuhan, pada tahun 2003, kehadiran jemaat GBKP, baik KA/KR, PJJ, dan Moria berkembang pesat. Kita percaya semua itu terjadi semata-mata hanya oleh dorongan Kuasa Roh Kudus. Pesan kami agar Perta/Diaken disana menggiatkan kegiatan Permata dan Mamre yang belum sempat kami lakukan. Terpujilah Tuhan untuk selama-lamanya. Amin.

KETIKA ANDA MERASA MENJADI KORBAN

Oleh : Daulat Ginting

“Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begiatu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami. Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati”
[2 Korintus 1 : 8 – 9]

Pernahkah Anda berkata: ”Saya menghadapi masalah pribadi, keluarga, kehidupan yang hancur, hubungan yang retak, perasaan tidak berharga, dan kehilangan orang yang kukasihi. Aku tidak bertindak seperti orang tua yang dibutuhkan anak-anakku, pasangan hidupku terabaikan, seakan-akan aku tidak memiliki apa-apa. Kadang-kadang rasanya seperti terhimpit dinding-dinding yang mengetat. Penderitaan memenuhi udara seperti kabut asap belerang dalam pertempuran. Sesekali bayangan gelap yang menakutkan terlintas saat terjaga di malam hari. Rasul Paulus juga pernah mengalami penderitaan dalam pelayanannya seperti terlihat dalam 2 Korintus 1:8–9.
Kitapun bertanya, apakah kejahatanku? Apakah aku harus menanggung akibat kesalahan sendiri, kesombongan sendiri atau dosa sendiri? Ataukah kita secara sengaja dipilih menjadi sasaran sifat jahat dan anak-anak panah kecemburuan orang lain?
Serpihan geranat memang seperti itu: “ia melukai orang-orang di sekitar yang tidak berdosa di semua arah”. Mungkin kita berada disana, di suatu tempat busuk sehingga kerajaan kegelapan akan menggunakan sejumlah cara untuk menjadikan kita terluka.
Kita menjadi korban karena pekerjaan iblis. Lalu iblispun melontarkan anak panah favoritnya yaitu: meyakinkan orang-orang Kristen bahwa mereka sudah kalah dan tak ada lagi harapan. Ketahuilah bahwa iblis tidak perlu menyerang otorita Firman Allah ketika ia menangani seorang anak Allah untuk jatuh ke dalam dosa.
Iblis senantiasa menantang pengertian kita akan Firman Allah dan menjadikan kita korban serta berusaha merayu kita untuk melakukan hal-hal sebagai berikut ini. Apakah itu?
Pertama:“Kita senantiasa mempertanyakan motif Allah dan FirmanNya”. Kita mulai membangun Allah ilalang—karikatur yang lucu dengan membesar-besarkan ketidaksetimpalan- Nya yang kaku. Tak lama kemudian kita berhasil membuat ulang Allah menurut gambaran kita sendiri dan berpusat pada diri kita sendiri. Dan, tak lama kemudian, kita merasa bebas [menurut pemikiran kita yang sesat] mengambil langkah fatal berikutnya.
Kedua: “Kitapun terang-terangan menyangkal kebenaran Allah”. Begitu Anda dan saya mem- pertanyakan pengertian akan Firman Allah dan menggeliatkan akan maksud Allah, kita sudah siap untuk menerima kebohongan mutlak tentang Allah.
Seperti “Kata Ular itu kepada perempuan itu: sekali-kali kamu tidak akan mati” [Kejadian 3:4]. Maka, kita akan berpindah dari kebenaran nyata Alkitab ke kebohongan besar. Standar Allah yang jelas tidak lagi menjadi masalah bagi kita.
Sahabatku…., maka nyanyian sedihpun berkumandang di telinga kita. Kalau kita mulai mendengar musik itu, kita telah berada pada jalan untuk menjadi “seorang Yudas”. Kitapun berkata: “saya sudah tidak tahan lagi”, kemudian lukapun semakin dalam dan hidup tercerai berai, serta hilangnya hadiah kekal dari Allah. Sekarang bagaimana kita dapat mengatasinya? Bagaimana Anda dan saya sebagai orang Kristen membangun perjuangan kita untuk menang?
Kunci terbesar untuk kesediaan tempur rohani adalah: “Firman Allah” dan “Roh Kudus”. “Bagi orang Kristen yang bijak, peperangan Rohani dan Alkitab berjalan bersama-sama”.
Allah sendiri akan menyediakan tempat kritis Firman Allah dalam peperangan rohani yang kita hadapi setiap hari.
Sedangkan Roh Kudus merupakan senjata ampuh dan senjata penyerang kita yang utama. Usahakan untuk mengetahuinya, bersahabatlah dan rasakan ketajamannya serta berjalan dengannya setiap saat.
Dengan demikian, yakinkanlah 4 hal di bawah ini:
1. “Setiap anak Allah dapat mengharapkan sedikit kekecewaan dalam hidupnya”: Allah mengerjakan semua untuk kebaikan, bahkan kekecewaan kita. Kalau kita dapat menikmati suatu persfektif Ilahi, kita akan mengatakan suatu saat nanti, Oh.. tentu saja”.
2. “Pada waktu datang keputusasaan, jangan lari”: Lihat Ayub, Elia, Musa, Daud dan Kristus sendiri, yang menderita dalam doa di Taman Getsemane. Ia berdoa dengan sungguh-sungguh untuk kelepasan dari penderitaan. Ia tidak lari tapi tetap tegak berdiri. Tidakkah Anda senang? Pandanglah ke atas dan tanyakan “Apakah yang Tuhan ingin ajarkan kepadaku; ingin rubah dalam diriku dan ingin lakukan melalui aku?”.
3. “Kadang-kadang kekecewaan terasa tak tertahankan, tetapi sebenarnya tidak. Allah tetap mengawasi”: Melalui kekecewaan, kebingungan, dan pertengkaran emosional, orang Kristen harus tetap bertahan. “Harus!.”
4. “Allah tidak memasang ranjau bagi anak-anakNya. Iblis yang melakukannya: Rencana Allah untuk kita adalah “Kemenangan”. Ia akan menggunakan setiap kekecewaan, pencobaan, rasa sakit, kegagalan, bahkan jerat musuh untuk kebaikan akhir kita.

CARA MEMBINA HUBUNGAN DALAM DOA

Oleh: Rumiris STh

Hal yang utama dalam berdoa ialah hubungan yang benar dengan Allah. Bagaimana menampilkan Allah yang adalah Roh di dunia?. Doa bukan hanya sekedar percakapan tetapi merupakan permohonan agar Allah bertindak dan membiarkan Allah bekerja dengan penuh kuasa. Jelaslah bahwa dasar utama hubungan kepada Allah hanya melalui Yesus. Manusia sudah dikalahkan oleh dosa. Hubungan kita menjadi retak dan kita tidak dapat memperbaikinya dengan cara kita sendiri.
Yesus adalah Tuhan dan manusia. Melalui darah penyaliban Kristus yang datang sebagai perantara dapat memulihkan hubungan kita dengan Allah. Hubungan inilah yang mendasari semua doa. Ketika kita datang kepada Allah melalui Yesus untuk membereskan dosa kita dan menyerahkan tujuan hidup kita kepada Yesus, kita dapat berdoa dengan benar (Joh 6:14, Maz 66:18).
Ajaran doa yang menarik dari Tuhan Yesus yakni khotbah di bukit dan doa malam sebelum peristiwa tragis penyaliban Kristus. Pernyataan-pernyataan penting tentang doa yang diajarkan:
1. Doa kita akan dikabulkan [Mat 18:19,20;
2. Percaya/beriman [Mrk 11:22]
3. Tidak terbatas “apa saja” yang kita minta [Joh 14:13,14]
4. Tinggal di dalam Kristus [Joh 15:7]
5. Apa saja yang kita minta: permohonan untuk kehendak kita
6. Dan kamu akan menerimanya: Allah mengabulkan [Joh 14:13,14]
Tiga hal yang kita dapat dari pernyataan di atas, adalah:
1. Yesus adalah perantara kita dalam berdoa yang merupakan syarat mutlak yang tidak dapat ditawar lagi. Kita harus menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat Pribadi dengan mengundangnya secara pribadi dalam hati kita;
2. Orang yang berdoa harus sepenuhnya berserah dengan hati yang suci tanpa dosa;
3. Kita harus beriman sungguh.
Melalui proses, manusia berdosa dapat menjalin hubungan dengan Allah sampai menyatu dengan kehendak-Nya dan dapat dengan bebas memohon janji-janji pengabulan doa. Hati kita bisa terbakar dengan memperoleh kuasa Allah melalui doa:
1. Jika kita menyangkal diri mengikut Kristus. Firman Tuhan yang kita baca setiap hari akan merupakan pedang yang dapat menembus jiwa dan roh untuk mengarahkan hidup kita pada penyangkalan diri bagi “salib Kristus”;
2. Mempunyai tujuan utama menyenangkan hati Yesus. Doa bukanlah memaksa Allah untuk memberikan pertolongan. Para pedagang Kristen yang ingin menyenangkan hati Yesus mungkin punya pertimbangan bahwa barang-barang pada rak tokonya punya keuntungan 60% dengan bayar kontan. Tetapi ketika ia melihat garis pembatas berhikmat membedakan antara yang benar dan salah, mungkin harga barang tersebut harus diturunkan/disingkirkan, begitu juga dalam masalah-masalah: pribadi, perkataan, pikiran, tingkah laku, dan Rumah Tangga.
3. Apa yang akan terjadi pada saya dalam kerinduan hati yang paling dalam dari tujuan hidup saya adalah Allah akan membanjiri kehidupan saya dengan semua kuasa yang dapat Ia percayakan kepada saya untuk digunakan sepenuhnya bagi Dia. Illustrasi yang tepat untuk hal ini adalah manager yang dipercayakan mengelola perusahaan dengan memakai fasilitas yang ada hanya untuk kepentingan kantor, tidak untuk dirinya maka Mat 6:33 inilah contoh tali hidup yang berkelipatan: bukan kehendakku, bukan pekerjaanku tetapi semua bagi Bapa.
(Resum:Quiete talks on prayer&dikembangkan oleh Rum)

BAHAYA PORNOGRAFI

Oleh: Frans Barus

Pengantar
Sebagai orang Kristen tentu kita tidak setuju pada pornografi. Tapi apakah sampai pada kata tidak setuju? Tidakkah kita terpanggil untuk berperang melawan pornografi? Banyak orang mempertanyakan apa batasan pornografi itu ? Apakah patung orang telanjang dapat dikategorikan sebagai pornografi, atau bukankah itu sebuah karya seni?
Menurut kamus Etika Kristen: “ponografi” berasal dari kata Yunani pornographous yang berarti tulisan tentang prostitusi. Dalam bahasa Inggris didefinisikan lebih luas yaitu semua tulisan, foto atau karya seni yang mengandung aktivitas seksual, khususnya yang vulgar.
Pornografi dibagi dalam dua kategori, yakni pornografi lunak (soft core) dan pornografi keras (hard core). Pornografi lunak adalah buku-buku atau foto yang mengandung gambaran aktivitas seksual yang tidak kasar yang cenderung dilarang atau illegal. Pornografi keras menampilkan kegiatan seks dalam bentuk yang sangat kasar dan sangat terbuka, seperti menggunakan kata-kata jorok dan adegan yang sangat kotor yang tidak memiliki sedikitpun nilai artistik apapun yang baik untuk masyarakat. Pada dasarnya pornografi adalah eksploitasi dan merendahkan martabat manusia serta penghinaan manusia sebagai gambar dan rupa Allah.

Jenis-jenis pornografi
Pornografi diproduksi dalam berbagai macam bentuk mulai dari majalah orang dewasa (Playboy), bentuk visual seperti film yang dikemas dalam layar lebar, Video dan VCD/DVD, Audio porn, misalnya telepon sex dan lirik lagu, serta yang sangat mengkhawatirkan yaitu Cyberporn seperti berbagai situs yang ada di internet.
Berbagai fakta menyatakan bahwa pornografi sulit untuk diberantas bahkan semakin berkembang dibarengi dengan kemajuan teknologi. Di Amerika 85% hasil produksi pornografi dipakai untuk kegiatan kriminal yang terorganisir dan 70% pornografi on line di internet digunakan oleh remaja bahkan anak-anak. Di Indonesia VCD porno dijual ke pasar bebas dan laku seperti kacang goreng.

Alasan mengapa kita harus perhatian terhadap masalah ini :
1. Firman Tuhan dalam Kejadian 1:26: “bahwa manusia diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Allah”. Pornografi merusak citra tersebut karena merendahkan derajat manusia sampai seperti binatang, sehingga merusak keutuhan suami-isteri. Hubungan seksual hanya untuk pernikahan dengan tujuan: meletakkan dasar kesatuan daging antara suami-isteri dalam perkawinan untuk menghasilkan keturunan (I Korintus 7:2-3). Pornografi hanya sebatas kesenangan daging yang tidak sesuai dengan firman Tuhan.
2. Seks adalah pemberian dari Allah, tetapi penyalahgunaannya dikutuk oleh Allah sebagaimana dikatakan dalam Alkitab seperti seks sebelum nikah (1Korintus 6:13-18, 1Tesalonika 4:3), seks diluar nikah, perzinahan (Imamat 18:20), homoseks (Imamat 18:22;20:23), incest (Imamat 18:6-18), prostitusi (Ulangan 23:17-180).
Efek Pornografi Pada Seseorang
1. Korban pornografi adalah para konsumen dan pada akhirnya masyarakat akan menjadi korban juga. Seseorang yang secara langsung mendorong tumbuhnya industri pornografi, secara tidak langsung mereka ikut andil dalam merusak mental masyarakat khususnya kaum muda;
2. Pornografi membuat sesorang melakukan perzinahan mental;
3. Sekali seorang terekspose produk pornografi, hal itu tidak akan bisa terhapus dari pikirannya. Ephinephrine adalah zat kimia yang disemprotkan ke dalam aliran darah oleh kelenjar adrenalin ketika seorang melihat film atau gambar porno. Ephinephrine akan mengalir ke otak dan mengunci gambar itu di dalam otak, dan si pengguna pornografi akan selalu terbayang walaupun ia ingin melupakan produk pornografi tersebut.
4. Ada efek kecanduan pada pengguna pornografi. Ini dikuatkan oleh temuan Victor B.Cline, psikolog dari klinik psikologis dari Universitas Utah, USA.
5. Penelitian membuktikan bahwa pornografi dapat merubah perilaku seseorang.


Efek Pornografi Pada Keluarga
1. Pornografi merubah nilai-nilai keluarga.karena pesan yang disampaikan pornografi adalah “lupakan kesetiaan, lupakan keluarga, lupakan komitmen perkawinan, lupakan cinta, lupakan keluarga, yang penting kenikmatan tubuh;
2. Pornografi merusak hubungan suami-isteri karena pengguna pornografi akan melakukan hubungan seks dengan image yang mereka lihat sehingga merusak mental dan cenderung akan semakin sulit untuk menerima atau menghargai pasangannya;
3. Pornografi mendorong terjadinya pelecehan seksual pada anak-anak dan hubungan incest.

Efek Pornografi Pada Masyarakat
Dari penelitian, ditunjukkan bahwa pornografi dan kejahatan seks sangat berhubungan erat. Kita sebagai anak-anak Tuhan terpanggil untuk berperang melawan pornografi. Apa yang dapat kita lakukan ?
1. Kita harus menyatakan dengan keras bahwa “manusia adalah gambar dan rupa Allah”. Ini dapat kita sampaikan kepada semua orang Kristen. Kita harus menjaga kehormatan martabat manusia. Setan berusaha untuk merusak gambar Allah yang ada dalam diri kita dan menurunkan martabat itu sampai pada tingkatan hewan. Oleh karena itu, kita harus menegur dengan cara menyerukan boikot dengan mereka yang memproduksi pornografi. Kita juga harus menegur mereka yang mengkonsumsi pornografi serta menolong mereka untuk keluar dari jerat tersebut;
2. Kita terpanggil untuk melindungi diri dan keluarga dari serangan pornografi yang biasanya masuk melalui TV, video atau CD. Berikan pendidikan seks yang benar kepada anak-anak kita. Jangan biarkan mereka mencarinya diluar;
3. Kita dipanggil untuk mendukung pemerintah dalam memberantas pornografi. Hal pertama yang dapat kita lakukan adalah jangan menjadi konsumen, dorong orang untuk memboikot pornografi dan memberikan pendidikan seks yang benar kepada orang lain.
(Dikutip dari tulisan Drs Tegoeh Hary Santoso, M.Div -LPMI)